Liputankutim.id-Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 membawa perubahan besar, terutama dalam sistem pengawasan. Jika sebelumnya pengawasan dilakukan secara konvensional, kini proses tersebut didukung teknologi digital melalui aplikasi Zoom Event.
Penggunaan Zoom Event ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan memastikan pelaksanaan ujian berjalan jujur serta objektif. Dengan sistem ini, pengawasan tidak hanya dilakukan di dalam ruangan, tetapi juga dipantau secara daring oleh penyelia.
Bagi pengawas ruang, memahami teknis pengawasan TKA melalui Zoom menjadi hal yang sangat penting agar tidak terjadi kesalahan saat pelaksanaan.
Pengawasan TKA berbasis Zoom Event adalah sistem pemantauan ujian secara real-time menggunakan video konferensi. Dalam sistem ini, setiap ruang ujian akan terhubung langsung dengan penyelia pengawas melalui Zoom.
Berbeda dengan Zoom Meeting biasa, Zoom Event memiliki sistem yang lebih terstruktur dan tidak bisa diakses sembarangan.
Beberapa ciri utama:
Sistem ini memastikan setiap aktivitas di ruang ujian dapat dipantau dengan jelas.
Pengawas ruang memiliki peran penting dalam menjaga integritas ujian. Tugasnya tidak hanya mengawasi peserta, tetapi juga memastikan semua prosedur berjalan sesuai aturan.
Beberapa tugas utama pengawas ruang:
Selain itu, pengawas juga harus menjaga kerahasiaan informasi dan menjunjung tinggi integritas selama bertugas.
Saat menggunakan Zoom Event, pengawas memiliki tugas tambahan yang berkaitan dengan teknologi.
Berikut tugasnya:
Pengawas juga harus siap jika sewaktu-waktu dipanggil oleh penyelia melalui Zoom.
Penggunaan Zoom Event bukan tanpa alasan. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan ujian.
Beberapa tujuannya:
Dengan sistem ini, hasil TKA diharapkan lebih akurat dan dapat dipercaya.
Tidak semua orang bisa menjadi pengawas TKA. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.
Syarat utama:
Pengawas juga diutamakan memiliki pengalaman di bidang pendidikan.
Agar pengawasan berjalan lancar, pengawas harus menyiapkan beberapa perlengkapan penting.
Berikut daftar perlengkapannya:
Peralatan ini sangat penting untuk memastikan kualitas pengawasan.
Link Zoom untuk pengawasan tidak dibagikan secara bebas. Pengawas harus mendapatkannya melalui sistem resmi.
Cara mendapatkannya:
Link ini bersifat pribadi dan tidak boleh dibagikan ke orang lain.
Saat masuk ke Zoom, pengawas tidak boleh menggunakan nama sembarangan. Ada format khusus yang harus diikuti.
Format umumnya:
Format ini penting agar penyelia mudah mengenali setiap pengawas.
Salah satu hal paling penting dalam pengawasan Zoom adalah posisi kamera.
Aturan penempatan kamera:
Tujuannya agar semua aktivitas di ruang ujian dapat dipantau dengan jelas.
Dalam praktiknya, kamera biasanya ditempatkan di sudut ruangan menggunakan tripod.
Posisi ideal:
Dengan posisi ini, penyelia dapat melihat kondisi ruangan secara menyeluruh.
Selain pengawas ruang, ada juga penyelia yang bertugas mengawasi dari luar.
Peran penyelia:
Sistem ini menciptakan pengawasan berlapis yang lebih ketat.
Agar pengawasan berjalan sesuai aturan, ada beberapa larangan yang harus diperhatikan.
Pelanggaran terhadap aturan ini bisa berdampak serius.
Meskipun efektif, sistem ini juga memiliki beberapa tantangan.
Beberapa di antaranya:
Namun dengan persiapan yang baik, tantangan ini bisa diatasi.
Agar tidak mengalami kendala, pengawas bisa melakukan beberapa persiapan.
Langkah ini sangat membantu kelancaran pengawasan.
Selain aspek teknis, hal yang paling penting adalah integritas pengawas.
Pengawas harus:
Dengan integritas yang tinggi, kualitas ujian akan tetap terjaga.
Penggunaan Zoom Event dalam pengawasan TKA 2026 menjadi langkah maju dalam dunia pendidikan. Sistem ini memungkinkan pengawasan yang lebih transparan, objektif, dan terstruktur.
Bagi pengawas ruang, memahami teknis dan aturan menjadi hal yang wajib agar tidak terjadi kesalahan. Mulai dari tugas, peralatan, hingga tata letak kamera harus dipahami dengan baik.
Dengan persiapan yang matang dan kerja sama yang baik antara pengawas dan penyelia, pelaksanaan TKA dapat berjalan lancar dan menghasilkan data yang benar-benar mencerminkan kemampuan siswa.