Liputankutim.id-Perubahan mulai terlihat pada sistem TKA 2026. Di dashboard terbaru, muncul menu baru yang cukup penting, yaitu manajemen pengawasan dan jadwal pengawasan. Kemunculan fitur ini langsung menarik perhatian operator sekolah karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan ujian.
Bersamaan dengan itu, jadwal simulasi pengawasan juga mulai dijalankan. Pada tanggal 30 dan 31 Maret 2026, kegiatan gladi bersih disertai simulasi pengawasan berbasis Zoom mulai dilakukan untuk jenjang SMP dan SD.
Bagi yang belum mengikuti perkembangan terbaru, perubahan ini bisa terasa membingungkan. Terutama karena tidak semua sekolah bisa langsung ikut dalam simulasi tersebut.
Salah satu perubahan yang paling terlihat adalah adanya menu baru di sistem TKA.
Menu tersebut meliputi:
Fungsi utama dari menu ini diperkirakan untuk:
Kemungkinan besar, ke depan semua aktivitas pengawasan akan terpusat melalui menu ini.
Simulasi pengawasan tidak berdiri sendiri. Kegiatan ini digabung dengan gladi bersih yang sudah dijadwalkan sebelumnya.
Jadwal pelaksanaan:
Pada hari tersebut, selain uji coba sistem ujian, juga dilakukan simulasi pengawasan melalui Zoom event.
Banyak yang mengira simulasi ini ditujukan untuk semua pihak, padahal fokus utamanya ada pada penyelia pengawas.
Tujuan utamanya:
Simulasi ini bukan untuk menguji peserta atau pengawas ruang secara langsung, melainkan lebih ke kesiapan sistem dan penyelia.
Tidak semua pihak ikut dalam simulasi ini. Ada beberapa unsur yang memang dilibatkan secara khusus.
Pihak yang terlibat:
Untuk pengawas ruang, yang dilibatkan bukan pengawas silang, melainkan:
Ini penting dipahami agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan.
Salah satu hal yang paling sering ditanyakan adalah soal keikutsertaan sekolah.
Faktanya:
Artinya, jika di dashboard tidak muncul jadwal atau link Zoom, maka sekolah tersebut memang tidak termasuk peserta simulasi.
Dari hasil koordinasi yang dilakukan, terlihat bahwa simulasi ini lebih difokuskan kepada penyelia.
Beberapa hal yang diuji:
Pengawas ruang hanya berperan sebagai peserta simulasi, bukan sebagai objek utama.
| Komponen | Keterangan |
|---|---|
| Tanggal | 30–31 Maret 2026 |
| Jenjang | SMP (30 Maret), SD (31 Maret) |
| Sistem | Zoom Event |
| Peserta | Sekolah terpilih (sampel) |
| Fokus | Penyelia pengawas |
Tabel ini membantu memahami gambaran umum tanpa harus membaca keseluruhan teknis.
Dalam simulasi ini, pengawasan dilakukan secara digital menggunakan Zoom.
Beberapa ketentuan teknis:
Tujuannya untuk memastikan pengawasan tetap transparan dan akurat.
Sekolah diberikan fleksibilitas dalam penggunaan perangkat.
Bisa menggunakan:
Namun disarankan menggunakan:
Karena penggunaan HP dalam waktu lama berisiko panas dan baterai cepat habis.
Dalam pengawasan berbasis Zoom, posisi kamera sangat menentukan.
Beberapa aturan:
Hal ini bertujuan untuk:
Dalam simulasi, setiap penyelia hanya mengawasi sejumlah kecil pengawas.
Perbedaannya:
Ini dilakukan agar pengujian sistem lebih fokus dan terkendali.
Tidak semua jadwal ujian ikut simulasi.
Yang diprioritaskan:
Alasannya:
Ini membuat simulasi lebih relevan dengan kondisi sebenarnya.
Dalam simulasi ini, peran proktor dan teknisi menjadi cukup penting.
Tugas mereka:
Mereka juga berfungsi sebagai perwakilan sekolah dalam uji coba sistem.
Beberapa hal yang sering disalahpahami:
Padahal:
Bagi sekolah yang tidak ikut simulasi, tidak perlu khawatir.
Yang bisa dilakukan:
Karena kemungkinan akan ada:
Dari perubahan ini, terlihat bahwa sistem pengawasan mulai beralih ke digital penuh.
Beberapa indikasi:
Ini menjadi langkah besar dalam meningkatkan transparansi dan efisiensi.
Perubahan sistem memang membawa kemudahan, tapi juga menuntut kesiapan teknis.
Sekolah perlu memastikan:
Karena ke depan, sistem seperti ini kemungkinan akan menjadi standar.
Dengan munculnya menu baru dan simulasi pengawasan ini, TKA 2026 menunjukkan arah yang lebih modern dan terintegrasi. Sekarang tinggal bagaimana setiap pihak bisa menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.