Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) tahun 2026 untuk jenjang SD, MI, SMP, dan MTs sudah semakin dekat. Salah satu tugas penting yang harus dilakukan oleh operator sekolah adalah mengatur gelombang dan sesi ujian melalui sistem yang telah disediakan. Pengaturan ini sangat penting karena akan menentukan jadwal ujian setiap siswa dan kelancaran pelaksanaan TKA di sekolah.
Banyak operator sekolah yang masih bingung bagaimana cara memilih gelombang yang tepat, membagi sesi sesuai jumlah komputer, serta memastikan siswa tidak mengalami kebingungan saat hari ujian. Oleh karena itu, pemahaman tentang jadwal resmi dan mekanisme pengaturan sesi menjadi hal yang wajib dikuasai.
Pelaksanaan TKA untuk jenjang SMP dan MTs dilakukan lebih awal dibandingkan SD dan MI. Jadwalnya dimulai pada bulan April 2026 dan dibagi menjadi empat gelombang.
Gelombang pertama dilaksanakan pada tanggal 6 dan 7 April 2026, yaitu hari Senin dan Selasa. Gelombang kedua dilaksanakan pada tanggal 8 dan 9 April 2026, yaitu hari Rabu dan Kamis. Gelombang ketiga dilaksanakan pada tanggal 13 dan 14 April 2026, dan gelombang keempat dilaksanakan pada tanggal 15 dan 16 April 2026.
Setiap sekolah hanya perlu memilih satu gelombang yang sesuai dengan kesiapan fasilitas dan kondisi sekolah. Pemilihan gelombang harus dilakukan dengan perencanaan yang matang agar tidak mengganggu kegiatan sekolah lainnya.
Untuk jenjang SD dan MI, pelaksanaan TKA dimulai pada tanggal 20 April 2026 dan berlangsung hingga tanggal 30 April 2026. Jadwal ini juga dibagi menjadi empat gelombang.
Gelombang pertama dilaksanakan pada tanggal 20 dan 21 April 2026. Gelombang kedua dilaksanakan pada tanggal 22 dan 23 April 2026. Gelombang ketiga dilaksanakan pada tanggal 27 dan 28 April 2026. Gelombang keempat dilaksanakan pada tanggal 29 dan 30 April 2026.
Sekolah dapat memilih gelombang sesuai kesiapan infrastruktur, terutama kesiapan laboratorium komputer dan jaringan internet.
Dalam pelaksanaan TKA, setiap siswa akan mengikuti ujian selama dua hari berturut-turut. Pada hari pertama, siswa akan mengerjakan soal Matematika setelah mengikuti sesi latihan. Kemudian pada hari kedua, siswa akan mengerjakan soal Bahasa Indonesia setelah sesi latihan.
Selain itu, terdapat juga survei karakter dan survei lingkungan belajar yang harus diikuti oleh siswa sebagai bagian dari sistem evaluasi pendidikan.
Karena ujian berlangsung selama dua hari, operator sekolah harus memastikan siswa mendapatkan jadwal yang konsisten dan tidak berubah.
Indonesia memiliki tiga zona waktu, yaitu WIB, WITA, dan WIT. Setiap zona waktu memiliki jadwal sesi yang berbeda.
Wilayah WIB memiliki empat sesi setiap hari, dimulai dari pagi hingga sore. Wilayah WITA juga memiliki empat sesi, namun dengan waktu yang disesuaikan dengan zona setempat. Sedangkan wilayah WIT hanya memiliki tiga sesi per hari.
Operator sekolah harus menyesuaikan pembagian sesi dengan zona waktu masing-masing sekolah.
Jumlah komputer yang tersedia di sekolah sangat mempengaruhi jumlah sesi yang harus dibuat. Jika jumlah siswa lebih banyak daripada jumlah komputer, maka siswa harus dibagi ke beberapa sesi.
Misalnya, jika sekolah memiliki 15 komputer dan 30 siswa, maka pembagian yang ideal adalah dua sesi dengan masing-masing 15 siswa.
Namun, jika jaringan internet kurang stabil, pembagian bisa dibuat menjadi lebih banyak sesi dengan jumlah siswa lebih sedikit per sesi.
Hal ini bertujuan untuk mengurangi beban server dan menjaga kestabilan sistem selama ujian berlangsung.
Salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah memastikan setiap siswa mendapatkan sesi yang sama pada hari pertama dan hari kedua.
Jika seorang siswa mengikuti sesi pertama pada hari pertama, maka siswa tersebut juga harus mengikuti sesi pertama pada hari kedua.
Konsistensi ini akan membantu siswa mengingat jadwal mereka dan menghindari kesalahan saat datang ke ruang ujian.
Operator sekolah dapat mengatur gelombang dan sesi melalui menu administrasi tes pada sistem TKA. Setelah login, operator harus memastikan data siswa sudah tersedia di sistem.
Selanjutnya, operator dapat memilih gelombang yang diinginkan dan menentukan sesi untuk setiap siswa. Setelah semua pengaturan selesai, operator harus menyimpan data tersebut.
Data yang sudah disimpan akan digunakan untuk pelaksanaan gladi bersih dan ujian utama.
Sebelum melakukan pengaturan, operator sekolah harus memastikan semua infrastruktur sudah siap. Komputer server, komputer client, dan jaringan internet harus dalam kondisi baik.
Selain itu, data proktor dan pengawas juga harus sudah diinput ke dalam sistem.
Persiapan yang matang akan membantu mengurangi risiko gangguan teknis saat ujian berlangsung.
Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain memilih gelombang yang tidak sesuai, membagi sesi terlalu banyak atau terlalu sedikit, serta memberikan sesi yang berbeda pada hari pertama dan kedua.
Kesalahan seperti ini dapat menyebabkan kebingungan bagi siswa dan gangguan dalam pelaksanaan ujian.
Operator sekolah harus selalu memeriksa kembali pengaturan sebelum menyimpan data.
Pengaturan gelombang dan sesi merupakan bagian penting dalam persiapan TKA 2026. Dengan pengaturan yang tepat, pelaksanaan ujian dapat berjalan lancar tanpa kendala.
Operator sekolah memiliki peran penting dalam memastikan semua siswa mendapatkan jadwal yang benar dan sistem berjalan dengan baik.
Persiapan yang matang dan pengaturan yang tepat akan membantu menciptakan pelaksanaan TKA yang sukses dan tertib.