BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, Ini Wilayah yang Terdampak dan Perkiraan Puncaknya

5 minutes reading
Friday, 6 Mar 2026 00:04 8 Aryandi Mualim

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih cepat dibandingkan biasanya. Perubahan ini dipengaruhi oleh kondisi iklim global yang mengalami pergeseran setelah fenomena La Niña Lemah berakhir pada awal tahun.

Peralihan tersebut membuat sejumlah wilayah diperkirakan memasuki musim kemarau lebih awal dari rata-rata klimatologi. BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi ini perlu diantisipasi oleh berbagai sektor, terutama pertanian dan pengelolaan sumber daya air.

Selain itu, adanya peluang kemunculan fenomena El Niño pada pertengahan tahun 2026 juga dapat memperkuat kondisi kering di beberapa wilayah Indonesia.

Penyebab Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal

BMKG menjelaskan bahwa perubahan pola musim tahun ini berkaitan dengan dinamika iklim global di Samudera Pasifik. Saat ini, indeks ENSO (El Niño Southern Oscillation) berada pada angka -0,28, yang menunjukkan kondisi netral.

Sebelumnya, Indonesia dipengaruhi oleh La Niña Lemah yang berakhir pada Februari 2026. Setelah fase tersebut selesai, kondisi iklim diperkirakan akan bergerak menuju fase netral dan berpotensi berkembang menjadi El Niño pada semester kedua tahun ini.

Beberapa faktor yang memengaruhi perubahan musim kemarau antara lain:

  • Berakhirnya fenomena La Niña Lemah
  • Pergeseran indeks ENSO menuju fase netral
  • Potensi munculnya El Niño pada pertengahan 2026
  • Perubahan pola angin muson di kawasan Asia dan Australia
Baca Juga:  Simpatika Login PTK 2026, Cara Masuk Akun Guru di Portal SIMPATIKA Kemenag dengan Mudah

BMKG juga menyebut bahwa Indian Ocean Dipole (IOD) diperkirakan tetap berada dalam kondisi netral sepanjang tahun 2026.

Perubahan Pola Angin Jadi Penanda Musim Kemarau

Salah satu indikator utama yang digunakan BMKG untuk menentukan awal musim kemarau adalah perubahan arah angin muson.

Musim kemarau biasanya dimulai ketika terjadi peralihan dari angin baratan (Monsun Asia) menjadi angin timuran (Monsun Australia).

Perubahan arah angin ini membawa massa udara yang lebih kering dari wilayah Australia menuju Indonesia, sehingga menyebabkan curah hujan menurun di sebagian besar wilayah.

Ketika pola angin tersebut mulai dominan, wilayah Indonesia secara bertahap akan memasuki musim kemarau.

Wilayah yang Mulai Masuk Musim Kemarau April 2026

BMKG mencatat bahwa sekitar 114 zona musim atau sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada April 2026.

Beberapa wilayah yang diprediksi mengalami awal musim kemarau lebih cepat antara lain:

  • Pesisir utara Jawa bagian barat
  • Sebagian wilayah Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Nusa Tenggara Barat (NTB)
  • Nusa Tenggara Timur (NTT)
  • Sebagian wilayah Kalimantan
  • Beberapa wilayah Sulawesi

Wilayah-wilayah tersebut diperkirakan mengalami penurunan curah hujan lebih awal dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Wilayah yang Mengalami Kemarau pada Mei dan Juni 2026

Setelah April, sejumlah wilayah lain juga diperkirakan mulai memasuki musim kemarau secara bertahap.

BMKG memprediksi sekitar 184 zona musim atau 26,3 persen wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau pada Mei 2026.

Sementara itu, sekitar 163 zona musim atau 23,3 persen wilayah diperkirakan menyusul memasuki musim kemarau pada Juni 2026.

Jika digabungkan, sekitar 325 zona musim atau 46,5 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami awal musim kemarau lebih cepat dibandingkan biasanya.

Baca Juga:  KJP Plus Maret 2026, Cek Jadwal Pencairan, Besaran Dana, dan Cara Mengecek Status Penerima

Selain itu, terdapat:

  • 173 zona musim (24,7%) yang diperkirakan mengalami kemarau normal
  • 72 zona musim (10,3%) yang diprediksi mengalami kemarau lebih lambat

Wilayah yang berpotensi mengalami kemarau lebih cepat meliputi sebagian besar wilayah:

  • Sumatra
  • Jawa
  • Bali
  • Nusa Tenggara
  • Kalimantan bagian selatan dan timur
  • Sebagian besar Sulawesi
  • Maluku
  • Sebagian wilayah Papua

Puncak Musim Kemarau Diperkirakan Agustus 2026

BMKG juga memproyeksikan bahwa puncak musim kemarau 2026 akan terjadi pada Agustus di sebagian besar wilayah Indonesia.

Sekitar 429 zona musim atau 61,4 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami puncak kemarau pada bulan tersebut.

Namun, tidak semua wilayah mengalami puncak kemarau pada waktu yang sama.

Beberapa daerah diperkirakan mengalami puncak kemarau pada waktu berbeda:

  • Juli 2026: sekitar 12,6 persen wilayah
  • Agustus 2026: sekitar 61,4 persen wilayah
  • September 2026: sekitar 14,3 persen wilayah

Wilayah yang Mengalami Puncak Kemarau pada Juli

Beberapa wilayah diprediksi mengalami puncak kemarau lebih awal, yaitu pada bulan Juli.

Daerah yang termasuk dalam kategori ini antara lain:

  • Sebagian wilayah Sumatra
  • Kalimantan bagian tengah dan utara
  • Sebagian kecil wilayah Jawa
  • Sebagian wilayah Nusa Tenggara
  • Sebagian wilayah Sulawesi
  • Beberapa wilayah Maluku
  • Wilayah barat Papua

Pada periode ini, curah hujan diperkirakan menurun cukup signifikan di wilayah-wilayah tersebut.

Wilayah dengan Puncak Kemarau pada Agustus

Memasuki Agustus, kondisi kemarau diperkirakan semakin meluas dan mencapai puncaknya di sebagian besar wilayah Indonesia.

Wilayah yang diperkirakan mengalami puncak kemarau pada bulan Agustus antara lain:

  • Sumatra bagian tengah dan selatan
  • Jawa Tengah hingga Jawa Timur
  • Sebagian besar Kalimantan
  • Sebagian besar Sulawesi
  • Seluruh wilayah Bali
  • Seluruh wilayah Nusa Tenggara
  • Sebagian wilayah Maluku
  • Beberapa wilayah Papua
Baca Juga:  THR PNS 2026 Kapan Cair dan Berapa Besarannya Ini Jadwal Resmi dan Estimasi Lengkap

Pada periode ini, potensi kekeringan di beberapa daerah juga perlu diantisipasi.

Wilayah dengan Puncak Kemarau pada September

Beberapa wilayah diperkirakan mengalami puncak musim kemarau pada September 2026.

Daerah yang termasuk dalam kategori ini meliputi:

  • Sebagian wilayah Lampung
  • Beberapa wilayah Jawa
  • Sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur
  • Sulawesi bagian utara dan timur
  • Sebagian besar Maluku Utara
  • Sebagian wilayah Maluku
  • Beberapa wilayah Papua

Meskipun memasuki bulan September, kondisi kering di wilayah tersebut masih diperkirakan cukup dominan.

Sifat Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering

BMKG juga memprediksi bahwa sifat musim kemarau 2026 cenderung lebih kering dari biasanya.

Sekitar 451 zona musim atau 64,5 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami kondisi kemarau di bawah normal atau lebih kering.

Sementara itu:

  • 245 zona musim (35,1%) diperkirakan mengalami kemarau normal
  • 3 zona musim (0,4%) diprediksi mengalami kemarau lebih basah

Wilayah yang diperkirakan mengalami kemarau lebih basah hanya terdapat di sebagian kecil daerah Gorontalo dan Sulawesi Tenggara.

Durasi Kemarau Diperkirakan Lebih Panjang

Selain datang lebih cepat, BMKG juga memproyeksikan bahwa durasi musim kemarau tahun ini berpotensi lebih panjang dari biasanya.

Sekitar 57,2 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami periode kemarau yang lebih lama dibandingkan kondisi normal.

Kondisi ini tentu perlu diantisipasi oleh berbagai sektor, terutama:

  • sektor pertanian
  • pengelolaan sumber daya air
  • mitigasi potensi kebakaran hutan dan lahan

Dengan informasi prakiraan ini, masyarakat dan pemerintah daerah diharapkan dapat mempersiapkan langkah antisipasi sejak dini.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi agar dapat memperoleh pembaruan prakiraan cuaca yang lebih akurat sepanjang tahun 2026.

LAINNYA