Liputankutim.id-Setelah kemensos memperbarui kategori desil yang berhak mendapatkan bansos. Banyak masyarakat yang ingin cek desil untuk mengetahui kategori desil berapa mereka dan apakah masih berhak untuk mendapatkan bantuan sosial.
Perubahan sistem penyaluran bantuan sosial di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir membuat istilah desil bansos semakin sering terdengar. Bagi sebagian orang, istilah ini masih terasa asing. Namun bagi yang pernah mengajukan atau menerima bantuan, desil menjadi penentu utama apakah seseorang berhak atau tidak.
Dalam praktiknya, banyak masyarakat mulai aktif mencari tahu posisi desil mereka. Bukan tanpa alasan. Perubahan data, pembaruan sistem, hingga evaluasi berkala membuat status penerima bantuan bisa berubah sewaktu-waktu.
Sebagai jurnalis yang cukup lama mengikuti isu kebijakan sosial dan distribusi bansos, satu hal yang terlihat jelas adalah masih banyak kebingungan di masyarakat. Mulai dari arti desil, cara mengecek, hingga alasan kenapa seseorang tidak terdaftar padahal merasa layak.
Artikel ini disusun untuk menjawab kebingungan tersebut secara utuh dan praktis.
Desil dalam konteks bansos adalah sistem pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi. Data ini biasanya diambil dari DTKS atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.
Secara sederhana, masyarakat dibagi menjadi 10 kelompok:
Artinya, semakin kecil angka desil, semakin besar peluang untuk menerima bantuan sosial.
Sistem ini dibuat agar bantuan bisa lebih tepat sasaran, bukan sekadar berdasarkan pengajuan atau rekomendasi.
Pemerintah tidak lagi menggunakan pendekatan lama yang cenderung subjektif. Sistem desil dipilih karena dianggap lebih objektif dan berbasis data.
Beberapa alasan utama penggunaan sistem ini:
Dalam praktiknya, data desil dihitung berdasarkan berbagai faktor seperti:
Pendekatan ini memang tidak sempurna, tapi jauh lebih terstruktur dibanding metode sebelumnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, minat masyarakat untuk mengetahui desil mereka meningkat cukup signifikan.
Ada beberapa alasan yang sering muncul:
Pertama, banyak program bantuan kini mensyaratkan posisi desil tertentu. Misalnya hanya untuk desil 1 sampai 4.
Kedua, adanya kekhawatiran kehilangan bantuan. Banyak kasus di mana seseorang sebelumnya menerima bansos, tapi kemudian tidak lagi terdaftar.
Ketiga, transparansi data. Masyarakat mulai sadar pentingnya memastikan data mereka benar di sistem pemerintah.
Keempat, kebutuhan perencanaan ekonomi. Dengan mengetahui posisi desil, seseorang bisa memperkirakan peluang mendapatkan bantuan di masa depan.
Untuk memudahkan pemahaman, berikut gambaran umum pembagian desil:
| Desil | Kategori Ekonomi | Peluang Bansos |
|---|---|---|
| 1 | Sangat miskin | Sangat tinggi |
| 2 | Miskin | Sangat tinggi |
| 3 | Rentan miskin | Tinggi |
| 4 | Hampir rentan | Cukup tinggi |
| 5 | Menengah bawah | Terbatas |
| 6 | Menengah | Rendah |
| 7 | Menengah atas | Sangat rendah |
| 8 | Mampu | Hampir tidak |
| 9 | Sangat mampu | Tidak ada |
| 10 | Kelompok atas | Tidak ada |
Perlu dicatat, tabel ini bersifat umum. Setiap program bansos bisa memiliki kebijakan berbeda.
Cara paling resmi untuk mengecek desil adalah melalui aplikasi atau situs resmi dari Kementerian Sosial.
Langkah-langkahnya cukup sederhana:
Jika terdaftar, akan muncul informasi terkait status penerima dan kategori.
Namun dalam beberapa kasus, aplikasi tidak selalu menampilkan angka desil secara eksplisit. Biasanya hanya menunjukkan status sebagai penerima atau tidak.

Banyak masyarakat mencari cara cepat tanpa harus mengunduh aplikasi.
Langkah yang sering digunakan:
Cara ini cukup praktis, terutama bagi yang tidak ingin menginstal aplikasi tambahan.
Namun sama seperti aplikasi, informasi yang muncul biasanya berupa status bantuan, bukan angka desil secara detail.
Berdasarkan kebijakan terbaru, sebagian besar program bantuan difokuskan pada:
Kelompok ini dianggap paling membutuhkan bantuan karena berada di kategori rentan dan miskin.
Namun dalam kondisi tertentu, desil 5 masih bisa mendapatkan bantuan, terutama jika ada faktor tambahan seperti:
Artinya, sistem ini tetap memiliki fleksibilitas meskipun berbasis data.
Ini salah satu pertanyaan paling sering muncul.
Ada beberapa kemungkinan penyebab:
Dalam banyak kasus, masyarakat merasa layak menerima bantuan, tapi tidak masuk sistem karena data tidak sinkron.
Jika menemukan kondisi seperti ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.
Pertama, cek ulang data melalui aplikasi atau situs resmi.
Kedua, lapor ke pemerintah desa atau kelurahan setempat.
Ketiga, ajukan usulan melalui fitur di aplikasi Cek Bansos.
Keempat, lengkapi dokumen yang diperlukan seperti:
Kelima, pantau pembaruan data secara berkala.
Proses ini memang tidak instan, tapi cukup efektif jika dilakukan dengan benar.
Satu hal yang sering terlewat adalah bahwa sistem ini bersifat dinamis.
Artinya:
Jadi seseorang yang saat ini berada di desil rendah, tidak selalu akan tetap di posisi tersebut. Ini juga berlaku sebaliknya.
Meskipun lebih modern, sistem desil tetap memiliki kritik.
Beberapa di antaranya:
Namun dibanding sistem lama, pendekatan ini tetap dianggap lebih baik karena berbasis data.
Daripada hanya fokus pada status, ada pendekatan yang lebih realistis.
Beberapa hal yang bisa dilakukan:
Dengan cara ini, masyarakat bisa tetap adaptif terhadap perubahan sistem.
Cek desil bansos bukan sekadar mencari tahu apakah mendapatkan bantuan atau tidak. Lebih dari itu, ini tentang memahami posisi dalam sistem yang terus berkembang.
Dengan informasi yang semakin terbuka, masyarakat sebenarnya punya kesempatan lebih besar untuk memastikan data mereka akurat.
Yang terpenting bukan hanya mengetahui status, tapi juga memahami bagaimana sistem bekerja dan bagaimana cara merespons jika terjadi perubahan.
Karena pada akhirnya, sistem ini akan terus diperbarui. Dan yang paling siap biasanya adalah mereka yang lebih dulu memahami cara kerjanya.
Berikut FAQ (Frequently Asked Questions) yang relevan dan membantu pembaca memahami desil bansos dengan lebih jelas:
Desil bansos adalah pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi dari yang paling rendah hingga tertinggi. Penentuan desil dilakukan menggunakan data DTKS yang mempertimbangkan kondisi rumah, penghasilan, dan jumlah tanggungan.
Ya, desil bisa berubah karena data diperbarui secara berkala. Perubahan kondisi ekonomi, pekerjaan, atau aset dapat memengaruhi posisi seseorang dalam sistem desil.
Umumnya bantuan sosial diberikan kepada masyarakat di desil 1 sampai 4. Namun dalam kondisi tertentu, desil 5 juga bisa mendapatkan bantuan tergantung kebijakan program.
Hal ini biasanya disebabkan data belum masuk atau belum diperbarui di DTKS, kesalahan input, atau perubahan kondisi ekonomi yang membuat posisi desil naik.
Saat ini, sistem resmi hanya menampilkan status penerima bansos, bukan angka desil secara langsung. Untuk mengetahui lebih detail, bisa menanyakan ke pihak desa atau kelurahan yang mengelola data.
Bisa. Pengajuan dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos atau melalui pemerintah desa dengan membawa dokumen pendukung seperti KTP dan KK.
Tidak ada waktu pasti karena tergantung proses verifikasi dan pembaruan data. Biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan.